BALITBANGDA SULTENG SOSIALISASIKAN HASIL PAKAN TERNAK DI KAB. PARIGI MOUTONG

Ditulis oleh arfan. Posted in INFO LITBANG

Penyelenggaraan pemerintahan daerah telah mengalami perubahan yang sangat signifikan dalam Undang-Undang No. 23 Tahun 2014 tentang Pemerintahan Daerah. Termasuk didalamnya pembentukan lembaga litbang daerah.  Otonomi daerah mengharuskan setiap daerah untuk menggali potensi yang dimilikinya dalam upaya meingkatkan pembangunan di daerah yang berujung pada peningkatan kesejahteraan masyarakatnya. Penegasan tersebut disampaikan Plt. Kepala Badan Penelitian dan Pengembangan Daerah Provinsi Sulawesi Tengah, Ir. Andi Sose Parampasi, M.Si ketika membuka Acara Sosialisasi Hasil Penelitian Pakan Ternak di Parigi, Senin (28/11/2016).

Lanjutnya, setiap daerah perlu mengidentifikasi dan dan menganalisis potensi wilayah terutama yang berbasis keunggulan lokal.  Identifikasi potensi wilayah merupakan aktivitas mengenal, memahami dan merinci secara keseluruhan potensi (SDA & SDM).  Terkait dengan potensi wilayah yang berbasis keunggulan lokal itulah, hari ini hasi penelitian Pakan ternak yang berbahan baku lokal, disosialisasikan oleh Balitbangda Provinsi Sulawesi Tengah.  Menurut Andi Sose, Penelitian Pakan ternak ini dilaksanakan sejak tahun 2014 di Kota Palu, diawali dengan pakan ternak unggas dan dilanjutkan dengan pakan ternak ruminansia. Dan hasil penelitian tersebut akan diproduksi oleh pemerintah Kota Palu, mulai tahun 2017. tandas Andi Sose di depan seluruh peserta sosialiasasi dari berbagai SKPD terkait dan Kelompok Peternak Unggas dan Kelompok Peternak Kambing Kab. Parigi Moutong.

          Sementara Dr. Ir. Hafsah, M.Sc sebagai Narasumber pada kegiatan Sosialisasi Hasil Penelitian Pakan Ternak Unggas, mengatakan :

a.  salah satu permasalahan yang ada selama ini  adalah formula pakan ternak ayam bibit yang masih perlu kajian inovasi teknologi untuk mendapatkan DOC yang berkualitas baik.

b.  Selain itu, kemandirian dalam proses produksi pakan ternak belum optimal, sehingga diperlukan pendampingan kelompok dalam inovasi teknologi.

Menurut DR. Hafsah, bahwa metode pelaksanaan dalam kajian aplikasi, ada 3 tahapan yaitu :

a.  Tim Peneliti melakukan Pelatihan terhadap kelompok peternak binaan, mahasiswa PKL Untad dan siswa SMK Negeri 8

b.  Tim Peneliti melakukan pendampingan terhadap kelompok peternak binaan

c.  Tim Peneliti melakukan Evaluasi terhadap formula pakan yang dibuat, produksi telur tetas, kinerja penetasan serta evaluasi terhadap produksi DOC.

Dari kajian aplikasi tersebut menghasilkan formula pakan ayam bibit, dengan bahan baku lokal yaitu jagung kuning, dedak padi, tepung ikan, kedelai giling, tepung daun kelor, tepung kunyit dan mineral mix dengan komposisi, sesuai dengan yang dianjurkan oleh peneliti.

Komposisi pakan yang diaplikasikan, dilakukan 4 perlakuan dengan komposisi atau persentase pakan yang berbeda, sehingga produksi telur tetas dan fertilitas dan daya tetas juga akan berbeda, tandas DR. Hafsah

1.     Menurut Tim Peneliti bahwa berdasarkan hasil evaluasi dari penggunaan pakan lokal pada pembibitan ayam kampung memberikan respon yang baik terhadap produksi telur tetas, fertilitas

dan daya tetas telur.  Harga pakan dengan penggunaan bahan lokal pada formulasi pakan ayam pembibitan dapat menurunkan harga pakan sekitar 21,48 %. Jadi tergantung peternak, komposisi mana yang yang diperlakukan dari 4 perlakuan tersebut.

Sementara DR. Ir. Sukisman Abdul Halid, MMA sebagai Narasumber yang memaparkan Hasil Penelitian Pakan Ternak Ruminansia Kecil, mengatakan Aplikasi teknologi pengolahan pakan ternak ruminansia berbahan baku limbah pertanian dan perkebunan telah dilakukan pengkajiannya melalui kerjasama penelitian antara Balitbangda Provinsi Sulawesi Tengah dengan Lembaga Penelitian Untad dan Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Sulawesi Tengah.

DR. Sukisman menjelaskan bahwa proses pengolahan bahan pakan ternak, beberapa diantaranya harus melalui proses fermentasi yang perlu disosialisasikan kepada peternak. Dikatakan,  jerami padi sebagai sumber pakan ternak, merupakan pakan yang memiliki gizi rendah. Tetapi karena mudah untuk mendapatkannya maka jerami padi bisa dijadikan sebagai pakan alternatif. Cara untuk meningkatkan nilai gizi jerami padi ini adalah dengan melakukan proses fermentasi untuk meningkatkan kecernaan dan jumlah konsumsi ternak.

Lanjut DR. Ir. Sukisman, MMA yang juga peneliti Balitbangda Sulteng bahwa Proses fermentasi juga dapat dilakukan pada pakan lainnya dengan perlakuan secara biologis dengan menggunakan probiotik. Probiotik merupakan produk bioteknologi yang mengandung polimikro organisme, lignolitik, protelitik, amilolitik, sellulolitik, lipolitik, dan nitrogen non simbiotik yang dapat memfermentasi pakan.  Bahan-bahan yang digunakan dalam pembuatan pakan fermentasi antara lain Starbio, Starbioplus, EM-4, dan Urea.

Sebagai contoh:

Bahan yang digunakan :

a.    Jerami padi 1 ton

b.    Tetes tebu Probiotik (Starbio atau EM-4) 6 Kg

c.    Urea,  6 Kg

Alat yang digunakan a.l:   Pengaduk, cangkul, skop

2.      Klasifikasi Bahan Pakan menurut sumbernya yaitu

a.    Bahan pakan sumber energi, al.Biji-bijian ( jagung, gandum, sorgun ), limbah penggilingan, ketelah rambat, ketelah pohon, rumput gajah, rumput benggala dan rumput setaria dan molases

b.    Bahan pakan sumber protein, a.l. daun nangka, daun pisang, ganggang dan bungkil kelapa, lamtoro, turi kaliandra, gamal dan sentero, serta tepung ikan, tepung tulang dll)

c.    Bahan pakan sumber vitamin dan mineral a.l. premix, kapur, Ca2PO4 dan beberpa mineral

Setelah Pemaparan dari kedua Narasumber yang dipanel, dilanjutkan sesi tanya jawab dan tanggapan/saran dari peserta sosialisasi yang dipandu oleh moderator, Obin, S.Sos.

Kegiatan Sosialisasi Hasil Penelitian Pakan Ternak tersebut, dihadiri langsung Kepala Bidang Litbang Bappeda Kab. Parigi Moutong, Irwan, SKM, M.Kes. sejumlah pejabat pejabat struktural dan staf baik dari Bappeda, Dinas Petanian dan Peternakan, Dinas Perindustrian dan Perdagangan, Dinas Koperasi dan UKM, Kantor Ketahanan Pangan serta Bagian Humas dan Protokol lingkup Pemerintah Kab. Parigi Moutong dan sejumlah Kelompok Peternak Unggas dan Kelompok Peternak Ruminansia Kecil se Kab. Parigi Moutong. ( Dg )

BALITBANGDA PROVINSI SULAWESI TENGAH @ 2016 | balitbangda.sultengprov.go.id