KELEMBAGAAN ADAT MERUPAKAN MITRA PEMERINTAH DALAM MENGEMBANGKAN ADAT ISTIADAT LOKAL

Ditulis oleh arfan. Posted in INFO LITBANG

Salah satu point penting yang tertuang dalam UU No. 6 Tahun 2014 tentang Desa adalah menempatkan Lembaga Adat sebagai lembaga yang menyelenggarakan fungsi Adat Istiadat. Kelembagaan Adat merupakan organisasi yang berkedudukan sebagai lembaga kemasyarakatan yang menjadi mitra pemerintah dalam memberdayakan, melestarikan dan mengembangkan adat istiadat lokal. Penegasan tersebut disampaikan Plt. Kepala Balitbangda Provinsi Sulawesi Tengah, Ir. Andi Sose Parampasi, MM. ketika memberikan sambutan pada Seminar Akhir Penelitian Peranan Kelembagaan Adat Dalam Mendukung Otonomi Daerah di Kabupaten Morowali Utara dan Seminar Akhir Kajian Dampak Serapan Tenaga Kerja pada Daerah Destinasi Wisata di Kabupaten Tojo Una-Una, bertempat di Hotel Grand Duta, Palu, Rabu, 12/10/2016.

         Lanjut Andi Sose Parampasi bahwa keberadaan lembaga adat juga berfungsi mengayomi dan melestarikan nilai, sistem sosial maupun benda material dari kebudayaan lokal.

         Dibagian lain sambutannya, Andi Sose Parampasi menegaskan Sektor Pariwisata akan menyerap banyak tenaga kerja, sehingga peluang besar bagi masyarakat untuk bekerja di sektor usaha tersebut. Menurutnya, para tenaga kerja tersebut nantinya akan dipekerjakan pada beberapa bidang sesuai dengan kualifikasi pendidikannya, tandasnya.

Plt. Kepala Balitbangda Provinsi Sulawesi Tengah tersebut mengatakan upaya untuk memajukan sektor pariwisata bahari bukan hanya tanggungjawab Kemenbudpar, Kementerian Kelautan dan Perikanan atau kementerian Dalam Negeri saja melainkan tanggungjawab seluruh stakeholder terkait seperti para pelaku usaha pariwisata, masyarakat dan lainnya. Bahkan saat ini negara-negara di dunia sedang berlomba-lomba mengembangkan sektor wisata sesuai potensi obyek wisata di negara tersebut, karena pariwisata merupakan sektor usaha yang ramah lingkungan dan menyerap banyak tenaga kerja, tandas Plt. Kepala Balitbangda provinsi Sulawesi Tengah di depan sejumlah Perwakilan SKPD terkait di Provinsi, Perwakilan SKPD dan Tokoh Adat dan Tokoh Masyarakat Kabupaten Morowali Utara, Perwakilan SKPD terkait di Kab. Tojo Una-Una, serta Para Peneliti dari Universitas Tadulako Palu.

         Andi Sose Parampasi berharap kedua penelitian ini memperoleh masukan dan saran dari peserta seminar sehingga hasilnya benar-benar bermanfaat bagi pemerintah dan masyarakat untuk menjadi bahan pengambilan kebijakan dan tindaklanjuti, tandasnya mengakhiri sambutannya.

          Sementara Tim Peneliti yang memaparkan hasil penelitian tentang Peranan Kelembagaan Adat Dalam mendukung Otonomi Daerah di Kabupaten Morowali Utara adalah Drs. Andi Maddukelleng, M.Si, sedangan Tim Peneliti yang memaparkan hasil penelitian tentang Kajian Dampak Serapan Tenaga Kerja pada Daerah Destinasi Wisata di Kabupaten Tojo Una-Una adalah Dra. Hj. Sumarni, M.Si. Keduanya adalah Peneliti dari Universitas Tadulako Palu. ( Dg )

BALITBANGDA PROVINSI SULAWESI TENGAH @ 2016 | balitbangda.sultengprov.go.id