Pengambilan sampel rumput di padang pengembalaan Watutau, Napu, Kecamatan Lore Peore, Kabupaten Poso, sebagai data pendukung budidaya rumput unggul indigofera sp untuk kawasan pengembalaan pakan ternak ruminansia di Sulawesi Tengah Tahun 2018

Ditulis oleh Super User. Posted in Bidang Inovasi & Teknologi

 Peneliti Badan Penelitian, Pengembangan dan inovasi Daerah (BPPID) Provinsi Sulawesi Tengah Dr. Ir. Sukisman A.H., MMA dan Peneliti Universitas Tadulako Dr. Ir Mustaring, MP Saat Pengambilan sampel rumput dengan metode kuadran di padang pengembalaan Watutau, Kec. Lore Peore, Kab. Poso. Kamis, 30 Agustus 2018

             Pakan Merupakan faktor utama yang perlu diperhatikan dalam pengembangan ternak karena sekitar 60-70 % biaya terbesar usaha perternakan adalah faktor makanan. Diartikel padang penggembalaan sering kali hanya menjadi faktor pembatas dalam menunjang kontiniutas ketersedian pakan sepanjang tahun. Faktor yang mempengaruhi ketersedian pakan di padang  tersedia curah hujan yang cukup juga iklim dan keadaan ternak oleh topografi.

          Diketahui bahwa ternak Ruminansia membutuhkan pakan  setiap hari yaitu digunakan untuk hidup pokok dan produksi. Pakan yang harus tersedia setiap hari per ekor ternak adalah 10 % dan berat badan misalnya berat sapi 300 hp. Untuk kebetuhan pakan setiap hari, adalah 10 % x 300 hp = 30 hg. Kebutuhan itu bisa sehari kebutuhan untuk 30 hari kebutuhan ternak tersebut adalah 30 hp x 30 hari = 900 hg pertahun 90 % x 365 hari = 1.095 hg 1 ton 95 hp. Kebutuhan itu harus terpenuhi bisa di layani padang penggembalaan yang tersedia dengan rumput padang yang tidak merata tentu akan mempengaruhi kebutuhan pakan ternak yang dikelola.

        Hasil Penelitian menunjukkan bahwa nilai gizi rumput padang di sulawesi tengah adalah Kurang Lebih 4 % (Lapahiso 2002). Kondisi itu tentu akan berdampak pada pertumbuhan ternak. Salah Satu langkah yang di lakukan untuk memperbaiki mutu / kualitas hijauan adalah mengetahui  rumput padang yang ada yang meliputi bahan heriup protein, kadar lemak yang akan di gunakan sebagaidasar perhitungan proyeksi daya dukung rumput lapangan dalam memenuhi kebutuhan pakan ternak setiap tahun.

langkah tersebut yang dilakukan adalah upaya budidaya rumput unggul Indigofera sp di lokasi padang penggembalan. Hijauan ini merupakan konsentrat cukup sumber protein yang di harapakan dapat memperbaiki kualitas rumput padang. Untuk mengetahui respon pertumbuhan indigofera sp tersebut perlu dilakukan survey  di padang di Watutau untuk mengetahui daya dukung rumput lapangan dengan menyabit sejumlah rumput untuk analisa lab.

Hasil analisa Laboratorium pakan tersebut nantinya sebagai dasar perhitungan daya dukung rumput padang bagi sektor ternak. Disamping itu juga sebagai dasar riset untuk mengetahui respon indigofera sp di tambah rumput padang yang tersedia terhadap peternakan produktivitas ternak. Riset ini juga menjadi riset lanjutan kombinasi indigofera sp dengan hijauna lainnya yang dibudidayakan di area padang seperti Breaehiania decumben setaria, dan lain-lain sehingga di harapkan menjadi dasar pertimbangan budidaya hijauan yang di kombinasikan dengan indigofera sp yang di tunjukkan dengan tampilan produksi yang maksimal.

BALITBANGDA PROVINSI SULAWESI TENGAH @ 2016 | balitbangda.sultengprov.go.id