TEKNOLOGI PENGOLAHAN PAKAN TERNAK AYAM BERBAHAN BAKU PAKAN LOKAL DENGAN HARGA YANG MURAH ( SIARAN PEDESAAN )

Ditulis oleh Super User. Posted in Bidang Inovasi & Teknologi

Peneliti Dr. Ir. Sukisman AH., MMA Dan Dr. Hafsah., M.Sc Badan Penelitian, Pengembangan Dan Inovasi Daerah (BPPID) Provinsi Sulawesi Tengah Saat Memberikan Paparan Mengenai Teknologi Pengolahan Pakan Ternak Ayam Berbahan Baku Pakan Lokal Dengan Harga Yang Murah Dalam Siaran Pedesaan Bekerja sama dengan LPP RRI Palu, Rabu ( 15 November 2017 )

 

Melalui kajian aplikasi teknologi pengolahan pakan ternak unggas ini khususnya DOC dan parent stock, maka Penelitian ini dilakukan sebagai upaya pemenuhan kebutuhan pakan ternak di Sulawesi Tengah yang berbasis home industry dengan menggunakan bahan baku pakan lokal. Kenapa harus berbasis home industry, karena setelah selesai penelitian dan di anggap pantas untuk dikembangkan, dapat diterapkan dan di kelola sendiri oleh masyarakat atau kelompok usaha peternakan. Penerapan hasil penelitian tersebut adalah juga dalam rangka pengembangan peternakan yang di kelola oleh masyarakat  sebagai salah satu penciptaan dan penyerapan tenaga kerja di pedesaan kearah usaha peningkatan pendapatan masyarakat dalam menggali potensi ekonomi berbasis sumberdaya lokal. Disamping itu, melalui pemanfaatan bahan baku  pakan lokal sebagai pakan ternak diharapkan akan mengurangi ketergantungan kita pada pakan impor. Permasalahan inovasi teknologi dalam pemenuhan pakan ternak unggas berbasis bahan baku lokal skala home industry adalah belum diadopsinya oleh peternak unggas di Sulawesi Tengah sehingga ketergantungan akan pakan ternak impor masih tinggi. Kalau kita melihat kenyataan di pasaran bahwa tingginya kebutuhan pakan ternak unggas  baik ayam ras pedaging, petelur di Sulawesi Tengah menyebabkan harga ternak ayam dan telur juga ikut naik. Hal ini tergantung harga pakan ternak impor yang digunakan. Padahal, Sulawesi Tengah memiliki potensi bahan baku lokal sebagai  pakan ternak yang bisa di olah dan dikembangkan sendiri.  Kebutuhan pakan ternak unggas di Kota Palu dan sekitarnya  diperkirakan per bulan mencapai 1,543 kg.

Untuk mengatasi ketersediaan pakan ternak secara terus menerus sepanjang tahun serta untuk mengetahui lebih jauh tentang kajian aplikasi teknologi pengolahan pakan ternak ayam bibit/parent stock, yang di buat dalam bentuk pellet dan diaplikasi langsung di kelompok FKPK Kabonena, maka ada beberapa tahapan yang perlu dilakukan, yaitu:

a.     Penyiapan mesin penggiling pakan (Mill), mesin pencampur (mixer), dan mesin pembuat pellet (pelleting).

b.     Penyiapan bahan baku pakal lokal yang akan di olah yaitu jagung, dedak padi, tepung ikan, kedelai giling, tepung daun kelor, tepung kunyit, dan mineral mix.

c.      Bahan baku tersebut dikeringkan kemudian di giling dengan menggunakan mesin penggiling

d.     Kemudian seluruh bahan tersebut (ransum) dimasukkan dalam mesin pencampur (mixer) atau di campur sendiri

e.     Selanjutnya ransum tersebut dimasukkan dalam mesin pembuat pellet sesuai ukuran yang dikehendaki dengan cara mengganti saringan pencetak pellet. Misalnya pellet bentuk bulat maka saringan mesin di ganti dengan saringan yang berlubang bentuk bulat, atau saringan bentuk butiran beras kalau menginginkan pellet bentuk butiran beras.

f.       Pellet yang jadi selanjutnya dimasukkan dalam wadah karung untuk di simpan sebelum digunakan.

Terdapat beberapa keuntungan pakan ternak bila di olah dalam bentuk pellet/bentuk butiran (pelleting) yaitu antara lain dapat meningkatkan konsumsi dan efisiensi pakan, memperpanjang penyimpanan pakan, dan terjadinya keseimbangan zat-zat nutrisi dalam pakan. Di samping itu juga memerlukan lebih sedikit tempat penyimpanan dan biaya transportasi jika dibandingkan dengan bahan-bahan pakan penyusun pellet.

Hasil penelitian kerjasama BPPID Provinsi Sulawesi Tengah dan Lembaga Penelitian Universitas Tadulako Palu, bahwa ayam bibit/parent stock yang di kelolah kelompok FKPK Kabonena membutuhkan ransum dengan kadar protein 18,47%, dan energi metabolis 2.663 kkal Kandungan zat gizi tersebut diperoleh dari campuran jagung, dedak padi, tepung ikan, kedelai giling, tepung daun kelor, tepung kunyit, dan mineral mix.

Pemeliharaan ayam, umumnya apabila pakan disediakan dalam bentuk tepung dan biji-bijian, ayam akan memilih biji-bijinya saja dan tidak dapat  mencukupi kebutuhan nutriennya, sehingga pakan perlu di buat dalam bentuk pellet. Selain mudah di konsumsi oleh ayam, pakan bentuk pellet juga dapat mencegah perilaku ayam yang selektif terhadap bahan pakan.

Kandang untuk pemeliharaan ayam bibit/parent stock menggunakan kandang lantai panggung dengan sistem slat (belahan bambu), ukuran kandang 8 m x 5 m menggunakan atap rumbia/genteng/seng/atap lain dengan tinggi lantai 1 m dari permukaan tanah. Dilengkapi dengan peralatan kandang seperti tempat pakan, tempat air minum, brooder (indukan), timbangan, dan ember. Sedangkan vaksin dan obat-obatan yang disediakan adalah vaksin Hichner B1 diberikan pada umur 4 hari (DOC) untuk pencegahan penyakit ND, vaksin gumboro A diberikan pada umur 7 hari. Selain itu diberikan vitamin melalui air minum yaitu Fortevit, vitachick, dan vitastress yang diberikan secara bergantian sesuai umur ternak. Untuk fumigasi/pencegahan jamur, kandang di semprot dengan desinfektan sesuai aturan penggunaan.

Penggunaan bahan baku  pakan lokal jagung 53%, dedak padi 13%, tepung ikan 11%, kedelai gilimg 10%, tepung daun kelor 5%, tepung kunyit 1%, mineral mix 1% dapat menekan harga pakan sampai Rp 7.820 per kg dibandingkan dengan harga pakan komersial per kg di pasaran yang mencapai Rp 9.500 per kg. Jadi, pengolahan pakan ayam bibit/parent stock dengan bahan baku pakan lokal tersebut di atas dapat menekan harga pakan atau dapat menghemat biaya pakan sampai 21,48%

BALITBANGDA PROVINSI SULAWESI TENGAH @ 2016 | balitbangda.sultengprov.go.id