PADANG PENGEMBALAAN TERNAK WUASA DALAM MENDUKUNG SULTENG SEJUTA SAPI (S3)

Ditulis oleh Super User. Posted in Bidang Inovasi & Teknologi

 

             Salah satu permasalahan peternak di pedesaan dalam memenuhi kebutuhan pakan ternak yang dikelola adalah rendahnya produktivitas ternak sebagai akibat kuantitas dan kualitas pakan yang rendah sehingga ternak tidak mampu memenuhi standar kebutuhan hidup pokok maupun untuk kebutuhan produksinya

Ternak ruminansia besar seperti sapi potong dan kerbau serta ternak ruminansia kecil seperti kambing dan domba akan berproduksi dengan baik jika tersedia pakan hijauan yang berkualitas dan cukup serta berkesinambungan sepanjang tahun. Salah satu hijauan pakan yang bernilai gizi tinggi dan berpotensi dikembangkan sebagai pakan ternak adalah tanaman  Indigofera sp. Diketahui bahwa kuantitas dan kualitas pakan ternak berfluktuasi khususnya selama musim kemarau yang berdampak pada menurunnya tingkat produktivitas ternak seperti tingginya angka kematian dan rendahnya tingkat pertumbuhan ternak. Kebutuhan pakan ternak yang bersumber dari hijauan yang merupakan kombinasi rumput dan legume dibutuhkan untuk saling melengkapi unsur nutrient yang diperlukan oleh ternak.

Oleh karena itu, dalam upaya pengembangan pakan ternak di area padang penggembalaan berbasis Indigofera sp diperlukan kegiatan awal berupa pengambilan sampel untuk mengetahui potensi rumput padangan sebagai pakan ternak lokasi padangan di wilayah Napu, Lore Utara, Kab. Poso disamping itu juga dilakukan wawancara dengan masyarakat sekitar tentang lokasi padang penggembalaan sebagai sumber pakan ternak masyarakat di Napu.

Padang penggembalaan Napu, Kabupaten Poso merupakan salah satu lokasi padangan seluas ± 500 hektar yang diusulkan ke Kementerian Pertanian untuk ditetapkan sebagai kawasan sumber pakan ternak dalam mendukung Sulteng Sejuta Sapi (S3).

Diketahui bahwa salah satu faktor penting yang perlu diperhatikan dalam berhasilnya usaha pengembangan peternakan adalah penyediaan hijauan makanan ternak (HMT).  Ternak ruminansia seperti sapi, kerbau, kambing, dan domba, hijauan merupakan sumber makanan utamanya. Hijauan pakan yang umum diberikan untuk ternak ruminansia adalah rumput-rumputan yang berasal dari padang penggembalaan atau padang rumput.

Ngasang (2014) melaporkan bahwa bahwa proporsi komponen vegetasi padang penggembalaan alam wilayah Napu, atau wilayah Lore umumnya ditumbuhi dominan rumput (99%), dan sedikit gulma (1%) serta tidak terdapat legum, dan produksi hijauan pakan wilayah Lore yaitu ± 2.300 kg/BK/ha.

Ngasang (2024) juga melaporkan bahwa walaupun produksi hijauan pakan cukup besar, akan tetapi rumput yang dominan tumbuh di lokasi padang penggembalaan alam Napu, Lore Utara adalah Themeda triandra (Kangaroo grass/rumput merakan lanang) dan hanya disukai ternak saat muda (palatabilitas rendah), sehingga menyebabkan jumlah hijauan yang dapat dimakan ternak (hijauan tersedia) jauh lebih sedikit dari produksi hijauan pakan yang ada (± 20%), serta rendah kandungan protein kasarnya (2,7 – 6,9%).  Hal ini mengakibatkan jumlah ternak yang dapat ditampung per satuan luas lahan (carrying capacity) pada kondisi padangan tersebut tersebut rendah yaitu 0,5 UT(unit ternak)/ha/tahun  

BALITBANGDA PROVINSI SULAWESI TENGAH @ 2016 | balitbangda.sultengprov.go.id