SEMINAR AWAL KAJIAN SIFAT FISIK KIMIA, ORGANOLEPTIK, DAN TOTAL MIKROBA BAKSO DAN DENDENG DAGING SAPI YANG DIOLAH DENGAN ASAP CAIR

Ditulis oleh Super User. Posted in Bidang Libang Peng. IPTEK & Sumber Daya

 

Seminar awal ini difokuskan pada upaya pengembangan pengolahan hasil peternakan utamanya bakso dan dendeng daging sapi dengan menggunakan asap cair dari tempurung kelapa dan sabuk kelapa.

Penggunaan asap cair dalam pengolahan produk pangan seperti olahan ikan dan bakso dapat mempengaruhi karakteristik sensori yaitu warna, bau, dan rasa. terjadinya perubahan fisik dan kimia pada produk pangan, maka untuk menghindarinya, sering ditambahkan bahan pengawet terutama yang sangat berbahaya bagi kesehatan seperti boraks dan formalin, sehingga untuk menghindari penggunaan bahan berbahaya tersebut perlu mempelajari peran asap cair sebagai pengawet dalam pengolahan produk pangan.

Upaya mendukung pengembangan pengolahan hasil peternakan tentunya tidak dapat dilakukan sendiri-sendiri tetapi perlu dilakukan secara bersama-sama dalam suatu sistem inovasi daerah (sida). sida ini diharapkan dapat menjadi jembatan komunikasi antar pemerintah daerah dengan pemerintah daerah lainnya, antar pemerintah pusat dan daerah, antar pejabat fungsional dengan pejabat struktural, dan antar semua pihak yang berkepentingan terhadap suatu objek perhatian. keberanian untuk berubah harus terus dilakukan untuk menjadikan penelitian dan pengembangan yang semakin hari menjadi semakin lebih baik. untuk itu, melalui seminar awal ini dan penelitian yang akan dilaksanakan ini harus bisa menjawab tantangan jaman yang menuntut peran kelitbangan melakukan fungsi-fungsi kelitbangan dengan lebih baik, inovatif, akomodatif, tepat waktu, dan dapat dipertanggungjawabkan sesuai dengan kaidah-kaidah ilmiah. hal ini juga merupakan amanah program nawa cita presiden yang harus kita wujudkan.  

Penyelenggaraan pemerintahan daerah telah mengalami perubahan yang sangat signifikan dalam undang undang nomor 23 tahun 2014 tentang pemerintahan daerah. perubahan regulasi tersebut merupakan jawaban terhadap tuntutan permasalahan-permasalahan yang terjadi selama ini dan membutuhkan penyelesaian dengan payung hukum yang bisa mengakomodir dan menyelesaikan permasalahan di lapangan. termasuk didalamnya, urgensi pembentukan lembaga litbang daerah dimana pasal 209 yang mengamanahkan adanya organisasi pemerintah daerah terbentuk badan di daerah serta operasionalisasi kelitbangan dengan diterbitkannya permendagri nomor 17 tahun 2016 tentang pedoman penelitian dan pengembangan di kementerian dalam negeri dan pemerintahan daerah. berdasarkan permendagri tersebut, litbang merupakan lembaga penelitian dengan 7 fokus kegiatan yaitu penelitian, pengkajian, pengembangan, perekayasaan, penerapan, pengoperasian, dan evaluasi kebijakan yang selanjutnya disebut kelitbangan utama yang merupakan kegiatan ilmiah yang bertujuan menghasilkan pemahaman/cara baru dan/atau mengembangkan penerapan praktisnya dalam konteks ilmu pengetahuan dan teknologi lingkup penyelenggaraan pemerintahan dalam negeri.

BALITBANGDA PROVINSI SULAWESI TENGAH @ 2016 | balitbangda.sultengprov.go.id